By | 29 November 2019

Jika jerawat merah meradang itu terlihat sangat jelas, komedo tertutup sebaliknya. Komedo tertutup bisa dibilang sebagai ancaman yang tak terlihat. Ia bisa terlihat seiring waktu, tapi ketika baru tumbuh warnanya menyerupai warna kulit, berbentuk seperti gundukan putih, kemudian secara bertahap terbentuk di bawah permukaan kulit sampai ia akhirnya bisa diamati secara kasat mata. Komedo tertutup biasa disebut whiteheads, yang kalo dilihat seperti jerawat putih yang penuh nanah sehingga sering menggoda untuk dipencet. Tapi kenyataannya, whiteheads yang sebenarnya tidak benar-benar bisa dipecahkan (poppable). Berikut ini pembahasan saya untuk mengetahui apakah benjolan tersebut sebenarnya adalah komedo tertutup — dan bagaimana cara mengatasi komedo tertutup dengan benar.

Komedo tertutup atau whiteheads tidak selalu bisa dipecahkan

Seperti kebanyakan jenis jerawat, komedo tertutup terbentuk dari beberapa kombinasi minyak, sel kulit mati, bakteri menumpuk, bahkan folikel rambut yang tersumbat. Mereka ditutupi oleh lapisan sel kulit, sehingga warnanya jadi menyerupai jerawat nanah berwarna putih. Itulah sebabnya mereka secara sehari-hari disebut whiteheads meskipun mereka tidak memiliki kepala yang nggak bisa dipencet.

Nah, sebenarnya komedo tertutup dapat terbentuk sebagai hasil dari penumpukan penggunaan produk perawatan kulit atau kecantikan yang bersifat oklusif  sehingga lama kelamaan menutup lapisan atas kulit atau bahkan bisa menyebabkan iritasi. Bahkan komedo tertutup dapat muncul pada area mana pun di wajah. Tapi tenang, jika komedo tertutup kamu terkonsentrasi di sekitar garis rambut atau dahi, kemungkinan besar produk rambut yang mengiritasi atau berbasis minyak adalah penyebabnya.

Tapi kok, ada beberapa orang lebih rentan memiliki komedo tertutup ya daripada kamu? Well, selain produk yang mereka gunakan, mungkin beberapa orang tersebut mengalami “excessive stickiness” di dalam sel-sel kulit mereka, yang bisa disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Kadar progesteron dan testosteron yang berubah sepanjang bulan, membuat kelenjar sebaceous menghasilkan  lebih banyak atau lebih sedikit sebum (minyak), yang memungkinkan folikel rambut jadi lebih gampang terperangkap.

Komedo tertutup bisa menjadi lebih serius

Terkadang komedo tertutup hilang dengan sendirinya tanpa banyak perawatan. Meski begitu, umumnya mereka nggak bisa sembuh dengan sendirinya, ungkap Clarissa Yang, M.D., chief of dermatology at Tufts Medical Center, saya kutip dari Self.com. Kalau pun mereka sembuh dengan sendirinya, ini bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga hitungan bulan. Jika mereka nggak diatasi, ia dapat tumbuh merah, sakit dan jadi lebih sulit diobati.

Nah, menyakiti komedo tertutup dengan memencet atau mencoba memecahkannya akan memberikan efek yang berbahaya, dari mulai iritasi, meradang, dan akhirnya tumbuh menjadi papula atau pustula yang berwarna merah, jika disentuh.

Bagaimana cara mengatasi komedo tertutup?

Komedo tertutup mungkin menyebalkan tetapi ada beberapa cara yang relatif sederhana untuk mengatasinya. Berikut ini adalah bagaimana cara mengatasi komedo tertutup yang perlu kamu tahu.

Gunakan produk noncomedogenic

 Produk yang memiliki label noncomedogenic dapat memperkecil kemungkinan untuk terjadinya sumbatan pori-pori di kulit yang menjadi penyebab jerawat. Memang sih sistem pelabelan nggak selalu memberikan penekanan “noncomedogenic” pada kemasan. Namun, kamu bisa mulai mencari tahu dengan googling sebelum membeli produk tersebut, bukan?

Sesekali gunakan eksfoliasi lembut

Chemical exfoliants dapat membantu karena ia dapat memecah ikatan antara sel kulit mati, minyak, dan semua kotoran lain yang dapat menyumbat pori-pori. Dengan begitu kamu bisa membersihkan wajah dengan lebih mudah dan menjaga agar pori-pori senantiasa bersih. Saran para ahli, carilah produk eksfoliasi yang mengandung bahan-bahan seperti salicylic acid dan glycolic acid.

Gunakan juga benzoyl peroxide 

Bahan klasik penangkal jerawat ini bekerja dengan cara menumpas bakteri yang sering memicu jerawat dan menyumbat pori-pori. Meskipun benzoyl peroxide sering ditemukan dalam perawatan jerawat, ia juga bisa ditemukan dalam beberapa exfoliants seperti salicylic acid agar beauty ritual kamu bisa lebih efisien.

Pertimbangkan untuk menggunakan retinoid

Bahan-bahan ini, yang termasuk retinol, retinal, dan adapalene (Differin), atau semua turunan vitamin A yang selalu berfungsi untuk mempercepat proses pergantian sel kulit sehingga mencegah sumbatan di pori-pori dan membuat kulit jadi lebih halus. Di awal pemakaian retinoid bisa menyebabkan iritasi. Oleh karena itu disarankan untuk memakainya secara bertahap, misalnya 2x seminggu di awal pemakaian. Oh ya, perlu diingat untuk hindari penggunaan exfoliants di malam yang sama ketika kamu sedang pakai produk retinoid, karena mereka tidak bisa digunakan secara bersamaan.

 

Setelah secara konsisten menggunakan strategi tersebut, idealnya kamu mulai melihat perubahan pada komedo tertutup kamu. Namun kamu tetap harus bersabar karena mungkin butuh tiga bulan untuk melihat perubahan yang nyata. Jika kamu nggak melihat perubahan setelah waktu tersebut atau jika komedo tertutup justru semakin memburuk, ini artinya kamu perlu berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan arahan lebih.