By | 10 Oktober 2018
Sekelompok peneliti dari Prancis menerbitkan jurnal Neuropsychopharmacology yang mengkaji alasan manusia tidak bisa mengingat semua mimpinya. Peneliti tersebut berhasil menemukan bagian otak yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan memori tentang mimpi, yaitu temporo-parietal junction yang merupakan bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk mengingat mimpi dan mencatatnya dalam memori ketika seseorang sedang tidur.
Penelitian dilakukan dengan melibatkan 41 responden. Ilmuan mengukur bagaimana aktivitas otak responden saat mereka terjaga dan saat tertidur. Kemudian responden dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang dengan mudah mengingat kembali mimpinya dan kelompok yang susah mengingat kembali mimpinya. Hasilnya kelompok yang mudah mengingat mimpi rata-rata bisa mengingat mimpi lima kali dalam satu minggu. Sedangkan kelompok yang susah mengingat mimpi hanya mampu mengingat mimpinya 2 kali dalam sebulan.
Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa orang yang mudah mengingat mimpi memiliki temporo-parietal yang lebih aktif. Peningkatan aktivitas di wilayah tersebut dipercaya memfasilitasi proses penyimpanan mimpi dalam memori. Sedangkan yang susah mengingat mimpi temporo-parietal tidak begitu aktif.
Mereka yang mudah mengingat mimpi biasanya lebih sering terjaga selama tidur dibanding mereka yang tak bisa mengingat mimpi. Otak para para pengingat mimpi juga lebih reaktif terhadap rangsangan suara ketika mereka tidur dan lebih mudah terjaga. Demikian hasil studi itu dituangkan dalam tulisan yang dimuat di jurnal Neuropsychopharmacology.
Bagaimana dengan mimpi anda? ada yang sudah terwujud?